Berbeda dari hidangan utama dengan berbagai hidangan sampingan dalam masakan Barat, masakan Thai biasanya terdiri dari satu jenis makanan atau nasi (khao, bahasa Thai: ข้าว) dengan lauk pauk yang dihidangkan secara bersamaan dan dinikmati beramai-ramai.
Makanan Thai dimakan dengan sendok di tangan kanan dan garpu di tangan kiri, namun secara tradisional, orang Thai makan dengan tangan. Hanya masakan mi atau sup berisi mi yang dimakan dengan sumpit dan sendok. Orang suku pedalaman di Thailand Utara dan Thailand Timur Laut memakan ketan dengan tangan. Sewaktu makan, ketan dicomot lalu dipulung menjadi bola kecil sebelum dicocol ke dalam lauk.
Nasi adalah makanan pokok orang Thai. Beras wangi Thai adalah beras kebanggaan Thailand. Ketan (khao niao, bahasa Thai: ข้าวเหนียว) adalah makanan pokok di Thailand Utara dan Thailand Timur Laut.
Nasi dimakan dengan kari, masakan tumis, dan hidangan lain yang biasanya memakai bumbu cabai, limau dan serai. Kari dan sayuran tumis dituangkan ke atas nasi untuk membuat hidangan yang disebut khao rad gang (bahasa Thai: ข้าวราดแกง). Hidangan ini dimakan sebagai makanan praktis ketika orang tidak memiliki waktu banyak untuk makan. Masakan Thailand Timur Laut dan Thailand Utara banyak dipengaruhi oleh masakan orang Lao.
Kwetiau (bahasa Thai: ก๋วยเตี๋ยว) adalah mi yang populer di Thailand, dimasak menjadi kwetiau goreng pad thai (bahasa Thai: ผัดไทย) atau kwetiau kuah. Masakan Cina yang diadaptasi menjadi masakan Thai misalnya kwetiau kuah asam pedas yang disebut kway teow rua (bahasa Thai: ก๋วยเตี๋ยวเรือ)
Nam prik (bahasa Thai: น้ำพริก) adalah sebutan untuk sambal atau saus cabai ala Thailand. Setiap daerah di Thailand memiliki ragamnya masing-masing. Dengan memakai cobek dan ulekan, cabai diulek bersama bahan-bahan lain seperti bawang putih dan terasi. Nam prik dimakan bersama sayuran sewaktu makan nasi, atau dimakan sebagai lauk untuk makan nasi. Selain nam prik, masakan Thai juga dimakan dengan cabai kering atau irisan cabai segar yang dicampur dengan cuka beras.
Sumber: Wikipedia
Lihat Juga:
Minuman
Japanese food
Selasa, 07 September 2010
Senin, 06 September 2010
Kerang Abalon
Abalon (berasal dari bahasa Spanyol, Abulón) ialah suatu spesies kerang-kerangan (moluska) dari familia Haliotidae dan genus Haliotis. Ia dikenal pula sebagai kerang mata tujuh atau siput balik batu, ormer di Jersey dan Guernsey, perlemoen di Afrika Selatan, dan pāua di Selandia Baru.
Abalon tergolong dalam kelas Gastropoda yang besar. Terdapat hanya satu genus dalam famili Haliotidae dan kira-kira 4 - 7 subgenus. Taksonominya agak membingungkan. Spesiesnya berjumlah antara kira-kira 100 hingga 130 (karena adanya hibrida).
Abalon memiliki ciri-ciri permukaan kulit sebelah dalam yang berwarna-warni yang terbuat dari nakre. Daging moluska ini dianggap sebagai salah satu makanan istimewa di sebagian Amerika Latin (khususnya Chili), Asia Tenggara, dan Asia Timur (khususnya di Republik Rakyat Cina, Jepang, dan Korea).
Sumber: Wikipedia
Lihat Juga:
the cafe
coffe bean
starbucks
Abalon tergolong dalam kelas Gastropoda yang besar. Terdapat hanya satu genus dalam famili Haliotidae dan kira-kira 4 - 7 subgenus. Taksonominya agak membingungkan. Spesiesnya berjumlah antara kira-kira 100 hingga 130 (karena adanya hibrida).
Abalon memiliki ciri-ciri permukaan kulit sebelah dalam yang berwarna-warni yang terbuat dari nakre. Daging moluska ini dianggap sebagai salah satu makanan istimewa di sebagian Amerika Latin (khususnya Chili), Asia Tenggara, dan Asia Timur (khususnya di Republik Rakyat Cina, Jepang, dan Korea).
Sumber: Wikipedia
Lihat Juga:
the cafe
coffe bean
starbucks
Doenjang Makanan Fermentasi Khas Korea
Doenjang adalah jenis makanan fermentasi yang berasal dari Korea. Doenjang dibuat dari pasta kacang kedelai yang direbus dan dikeringkan di panas matahari dalam bentuk persegi yang dinamakan mejubap atau meju. Dalam proses pengeringan ini muncul jejamuran yang menandakan telah terjadinya proses fermentasi dan menimbulkan bau yang menyengat. Setelah dikeringkan blok-blok doenjang ini dipindahkan ke tempat yang lebih hangat agar proses ferementasi berlangsung lebih cepat. Setelah itu dimasukkan ke dalam tempayan besar yang diisi dengan air garam. Air garam ini menyebabkan terjadinya fermentasi yang lebih baik lagi, yaitu melehkan bentuk meju yang tadinya keras menjadi pasta kacang khas Korea. Jika pasta kacang dipisahkan dengan air dari hasil fermentasi tadi, akan menghasilkan kecap khas Korea yang disebut Ganjang.
Doenjang biasanya dibuat secara manual di rumah-rumah orang Korea, terutama di pedesaan. Cara pembuatan doenjang secara manual hanya menggunakan air garam sementara doenjang buatan pabrik dibuat dengan menambahkan tepung gandum. Bahkan ada yang sengaja menambahkan komposisinya dengan ikan teri agar rasanya semakin lezat.
Doenjang yang dimakan dengan bawang putih, minyak wijen, dan gochujang (pasta cabai Korea) yang dibungkus dengan sayur dinamakan ssamjang (tanpa nasi) atau ssambap (ditambah nasi).
Doenjang juga populer dimasak sebagai sup, yaitu Doenjangjjigae (sup doenjang) yang biasanya berisi tahu dan bumbu seperti bubuk cabai, jamur, makanan laut dan daging. Doenjang memiliki gizi yang tinggi karena dihasilkan dari proses fermentasi yang bersifat anti kanker, selain itu juga memiliki sumber mineral dan flavonoid yang bersifat antioksidan.
Penyebutan tentang pembuatan doenjang dapat ditemukan di dalam teks sejarah Cina di Buku Wei dan Suku Dongyi serta teks Sanguozhi yang ditulis oleh Chen Shou di tahun 290. Pada zaman dahulu, doenjang dinamakan tojang. Orang Cina kuno menyebut bau doenjang sebagai khas Korea.
Doenjang dikatakan bagi orang Korea memiliki 5 nilai. Pertama adalah dansim, artinya doenjang akan memiliki rasa dan aroma yang sama bahkan bila dicampurkan dengan rasa lain. Yang kedua adalah hangsim, artinya doenjang tidak akan pernah menjadi busuk. Bila disimpan dengan benar dan semakin lama, akan membentuk rasa yang semakin kuat. Ketiga adalah bulsim, doenjang bisa menghilangkan bau amis daging dan ikan. Keempat adalah seonsim, doenjang dapat membuat masakan pedas menjadi semakin gurih. Kelima adalah hwasim, doenjang mampu menjadi pelengkap jenis masakan apa saja.
Sumber: wikipedia
Lihat Juga:
Minuman
Japanese food
Doenjang biasanya dibuat secara manual di rumah-rumah orang Korea, terutama di pedesaan. Cara pembuatan doenjang secara manual hanya menggunakan air garam sementara doenjang buatan pabrik dibuat dengan menambahkan tepung gandum. Bahkan ada yang sengaja menambahkan komposisinya dengan ikan teri agar rasanya semakin lezat.
Doenjang yang dimakan dengan bawang putih, minyak wijen, dan gochujang (pasta cabai Korea) yang dibungkus dengan sayur dinamakan ssamjang (tanpa nasi) atau ssambap (ditambah nasi).
Doenjang juga populer dimasak sebagai sup, yaitu Doenjangjjigae (sup doenjang) yang biasanya berisi tahu dan bumbu seperti bubuk cabai, jamur, makanan laut dan daging. Doenjang memiliki gizi yang tinggi karena dihasilkan dari proses fermentasi yang bersifat anti kanker, selain itu juga memiliki sumber mineral dan flavonoid yang bersifat antioksidan.
Penyebutan tentang pembuatan doenjang dapat ditemukan di dalam teks sejarah Cina di Buku Wei dan Suku Dongyi serta teks Sanguozhi yang ditulis oleh Chen Shou di tahun 290. Pada zaman dahulu, doenjang dinamakan tojang. Orang Cina kuno menyebut bau doenjang sebagai khas Korea.
Doenjang dikatakan bagi orang Korea memiliki 5 nilai. Pertama adalah dansim, artinya doenjang akan memiliki rasa dan aroma yang sama bahkan bila dicampurkan dengan rasa lain. Yang kedua adalah hangsim, artinya doenjang tidak akan pernah menjadi busuk. Bila disimpan dengan benar dan semakin lama, akan membentuk rasa yang semakin kuat. Ketiga adalah bulsim, doenjang bisa menghilangkan bau amis daging dan ikan. Keempat adalah seonsim, doenjang dapat membuat masakan pedas menjadi semakin gurih. Kelima adalah hwasim, doenjang mampu menjadi pelengkap jenis masakan apa saja.
Sumber: wikipedia
Lihat Juga:
Minuman
Japanese food
Minggu, 05 September 2010
Imperial Cakery
STRATEGIS : Lokasi yang berada di ground floor dengan suguhan pemandangan orang berlalu lalang membuat tempat ini cukup strategis. Pengunjung juga bisa melihat pengolahan makanan dari dapur terbuka kafe ini.
TEMPAT makan yang ini boleh dibilang lengkap. Di sini pengunjung dapat menemukan ragam hidangan Western serta bakery yang lezat.
Bukan hanya itu, Imperial Cakery pun menawarkan tempat yang nyaman untuk bersantai. Ingin makan makanan berat atau sekadar nongkrong bersama teman- teman, Imperial Cakery agaknya bisa menjadi pilihan yang tepat. Kafe yang berlokasi tepat di area tengah Pejaten Village ini menawarkan makanan dari mulai yang ringan sampai yang berat. Dwi Resmisari selaku Supervisor Imperial Cakery menyatakan, kafe sekaligus restoran ini memiliki cabang yang cukup banyak. Di tiap cabang dihadirkan menu Western atau Chinese, ataupun gabungan keduanya.
”Khusus di Pejaten ini kami menyajikan menu Barat komplet dari appetizer sampai dessert,” ungkap Dwi saat SINDO berkunjung ke Imperial Cakery. Lokasi kafe ini cukup strategis,berada di ground floor dengan suguhan pemandangan orang berlalu lalang yang sibuk berbelanja. Pengunjung juga bisa melihat pengolahan makanan dari dapur terbuka kafe ini. Kafe ini pun bersebelahan tepat dengan sebuah toko buku sehingga pengunjung dapat membaca buku yang telah dibelinya di kafe ini. Sambil menunggu pesanan main course datang, pengunjung dapat menikmati menu pembuka seperti kentang goreng, vegetable spring roll, chicken wings, atau shrimp roll. Hidangan pembuka selera ini juga cocok disantap untuk makanan ringan sebagai teman minum kopi atau ice blend.
Selama bulan Ramadan ini, Imperial Cakery memberikan kolak dan bubur ketan hitam yang dapat dinikmati secara cuma-cuma. Sekarang hidangan main course, yang paling dijagokan adalah nasi. Ada butter rice dan risotto rice yang keduanya tersedia dalam tiga pilihan; dengan ayam, ikan nila, ataupun daging. Nah ini yang istimewa, risotto maupun butter rice dapat disantap dengan saus pilihan. Sedikitnya ada lima saus yang bisa dipilih; saus jamur, lada hitam, onion,BBQ, dan arabiata sauce.Yang terakhir disebut merupakan saus yang berasal dari tomat sehingga menghasilkan rasa asam-manis.
Mau coba pasta juga bisa, di antaranya fettucine carbonara, spaghetti bolognaise, dan spaghetti chicken cordon blek,sertapenne beef stroganoff. Sedangkan deretan sandwich yang bisa dinikmati sebut saja jumbo hot dog,burger,club sandwich,smoked salmon, dan scrambled egg.Minuman yang bisa dinikmati di sini juga beragam.Untuk smoothiesada blue sky hazelnutdan kiwi smoothies. Ada pulablackcurrant lychee,mango berry punch,blue mango booster,dan fruit punch. Tersedia pula pilihan coffee ice blend. Oh ya,jangan lewatkan pula untuk mencicipi dessert andalan Imperial Cakery.Apalagi kalau bukan hot chocolate melt yang paling banyak diminati. Selain itu, ada es krim dan apple strudle.
Seperti disebutkan sebelumnya, kafe ini juga menyediakan bakery, termasuk cookies dan cakes. Ada oatmel cookies, almond cookies, dan cashewnut.Sedangkan rasa roti yang bisa dinikmati antara lain blueberry twist bun,chocolate doughnut, cheese doughnut, dan chocolate croissant. Seluruh bakery yang disajikan di sini kesegarannya terjaga sebab dibuat setiap hari.
Menjelang hari Raya Idul Fitri ini,cake-cake buatan Imperial Cakery banyak diburu oleh pembeli. Hanya saja, untuk cake harus dipesan sehari sebelumnya. (sri noviarni- Seputar Indonesia)
Sumber: OpenRice.com
Lihat Juga:
Nasi goreng
Nelayan Restoran
Laguna
TEMPAT makan yang ini boleh dibilang lengkap. Di sini pengunjung dapat menemukan ragam hidangan Western serta bakery yang lezat.
Bukan hanya itu, Imperial Cakery pun menawarkan tempat yang nyaman untuk bersantai. Ingin makan makanan berat atau sekadar nongkrong bersama teman- teman, Imperial Cakery agaknya bisa menjadi pilihan yang tepat. Kafe yang berlokasi tepat di area tengah Pejaten Village ini menawarkan makanan dari mulai yang ringan sampai yang berat. Dwi Resmisari selaku Supervisor Imperial Cakery menyatakan, kafe sekaligus restoran ini memiliki cabang yang cukup banyak. Di tiap cabang dihadirkan menu Western atau Chinese, ataupun gabungan keduanya.
”Khusus di Pejaten ini kami menyajikan menu Barat komplet dari appetizer sampai dessert,” ungkap Dwi saat SINDO berkunjung ke Imperial Cakery. Lokasi kafe ini cukup strategis,berada di ground floor dengan suguhan pemandangan orang berlalu lalang yang sibuk berbelanja. Pengunjung juga bisa melihat pengolahan makanan dari dapur terbuka kafe ini. Kafe ini pun bersebelahan tepat dengan sebuah toko buku sehingga pengunjung dapat membaca buku yang telah dibelinya di kafe ini. Sambil menunggu pesanan main course datang, pengunjung dapat menikmati menu pembuka seperti kentang goreng, vegetable spring roll, chicken wings, atau shrimp roll. Hidangan pembuka selera ini juga cocok disantap untuk makanan ringan sebagai teman minum kopi atau ice blend.
Selama bulan Ramadan ini, Imperial Cakery memberikan kolak dan bubur ketan hitam yang dapat dinikmati secara cuma-cuma. Sekarang hidangan main course, yang paling dijagokan adalah nasi. Ada butter rice dan risotto rice yang keduanya tersedia dalam tiga pilihan; dengan ayam, ikan nila, ataupun daging. Nah ini yang istimewa, risotto maupun butter rice dapat disantap dengan saus pilihan. Sedikitnya ada lima saus yang bisa dipilih; saus jamur, lada hitam, onion,BBQ, dan arabiata sauce.Yang terakhir disebut merupakan saus yang berasal dari tomat sehingga menghasilkan rasa asam-manis.
Mau coba pasta juga bisa, di antaranya fettucine carbonara, spaghetti bolognaise, dan spaghetti chicken cordon blek,sertapenne beef stroganoff. Sedangkan deretan sandwich yang bisa dinikmati sebut saja jumbo hot dog,burger,club sandwich,smoked salmon, dan scrambled egg.Minuman yang bisa dinikmati di sini juga beragam.Untuk smoothiesada blue sky hazelnutdan kiwi smoothies. Ada pulablackcurrant lychee,mango berry punch,blue mango booster,dan fruit punch. Tersedia pula pilihan coffee ice blend. Oh ya,jangan lewatkan pula untuk mencicipi dessert andalan Imperial Cakery.Apalagi kalau bukan hot chocolate melt yang paling banyak diminati. Selain itu, ada es krim dan apple strudle.
Seperti disebutkan sebelumnya, kafe ini juga menyediakan bakery, termasuk cookies dan cakes. Ada oatmel cookies, almond cookies, dan cashewnut.Sedangkan rasa roti yang bisa dinikmati antara lain blueberry twist bun,chocolate doughnut, cheese doughnut, dan chocolate croissant. Seluruh bakery yang disajikan di sini kesegarannya terjaga sebab dibuat setiap hari.
Menjelang hari Raya Idul Fitri ini,cake-cake buatan Imperial Cakery banyak diburu oleh pembeli. Hanya saja, untuk cake harus dipesan sehari sebelumnya. (sri noviarni- Seputar Indonesia)
Sumber: OpenRice.com
Lihat Juga:
Nasi goreng
Nelayan Restoran
Laguna
Label:
laguna,
nasi goreng,
nelayan restoran
Happy Day
NUANSA UNIK : Untuk membuat pengunjung betah, Happy Day mendesain restoran dengan cara yang unik yakni dengan memasang baling-baling besar dan lampu gantung dari ember besi di atap restoran.
RASA bukanlah satu-satunya pertimbangan saat memilih resto.Suasana tempat makan pun harus diperhatikan.Pasalnya,suasana yang nyaman akan menumbuhkan mooduntuk bersantap.
Siapa sih yang tak suka menyantap menu nikmat di restoran dengan nuansa yang menyenangkan hati? Nah bila Anda ingin mencobanya, mungkin Happy Day bisa Anda kunjungi.Happy Day memang bukan restoran baru, restoran ini sudah ada sejak 13 tahun yang lalu. Namun,yang membuat restoran ini baru adalah interior dan variasi dari makanannya yang semakin menarik untuk disinggahi. Suasana ala teras rumah Belanda di restoran yang berdiri sejak 1997 ini bakal membuat pengunjung betah berlama-lama nongkrong di sini.
Begitu memasuki restoran, maka pandangan kita pasti langsung terarah pada baling-baling besar yang berada di atap restoran yang berlokasi di Jalan Juanda No 19 Jakarta Pusat ini.Lampu gantung yang terbuat dari ember besi pun turut menjadi perhatian pengunjung yang datang. ”Dari dulu restoran ini memang punya ciri baling-baling yang bergelantungan di atas atapnya,” tandas General Manager Happy Day, Wilianto, saat acara pengenalan konsep baru Happy Day beberapa waktu lalu. Selain baling-baling, restoran ini juga didominasi oleh interior yang menggunakan bahan dasar kayu sehingga warna yang terlihat pun sangat natural.
Mirip dengan suasana rumah di Belanda. Ada juga pohon-pohon buatan dan tumbuh- tumbuhan lainnya yang berada di tengah-tengah restoran. ”Kami sengaja membuat konsep mirip suasana outdoor agar lebih homey,”ucap Sales and Promotion Manager Happy Day, One Meylani Gioh. Restoran ini memang sudah lama ada,namun untuk menambah kenyamanan pelanggan dan menambah variasi suasana, maka Happy Day pun melakukan renovasi pada 2010.Butuh waktu hanya sekitar 2 bulan untuk melihat restoran berlantai dua ini menjadi baru, hingga pada 27 Juli 2010 kemarin, akhirnya Happy Day memilih untuk membuka restoran dengan konsep barunya.
Restaurant dengan luas 600 m2 ini memiliki kapasitas hingga 250 pengunjung yang terdiri atas berbagai ruangan seperti ruangan VIP, ruang party,sampai smooking room yang memiliki viewke area luar. Tidak hanya interior dan nuansanya yang baru, ternyata restoran yang memiliki pelanggan tetap para pejabat pemerintahan ini juga menambah aneka menu makanannya. Awalnya Happy Day hanya menyediakan menu Indonesia dan Western saja, tapi kini menu Asia hingga Italia hadir menambah variasi hidangan yang ada di restoran yang berkonsep keluarga ini.
”Secara keseluruhan kami memiliki sekitar 100 menu, dari menu minuman pembuka sampai makanan penutup,”tutur One. Di Happy Day, setiap menu dipisahkan berdasarkan kategori negara asal, seperti menu khas Asia atau Italia,hingga pengunjung pun tidak bingung untuk memesan. Ada pula stan salad yang berada di tengah restoran dengan konsep all u can eat.Jika ingin mencicipi menu yang khas dari Happy Day yang sudah ada sejak 13 tahun lalu, maka cicipi saja Sup Buntut ala Happy Day.Sup buntut ini dirasa istimewa selain karena rasanya yang cukup berbumbu,porsinya pun cukup besar. ”Rata-rata orang-orang pemerintahan yang jadi pelanggan tetap sup buntut ini,” jelasnya.
Dikatakan oleh Head Chef Happy Day,Samudi bahwa Sirloin Steak juga menjadi menu yang mencirikan restoran ini.Menu ini menyajikan daging sirloin yang dipanggang kemudian dibalur dengan 3 pilihan saus yang bisa dipilih sesuai selera. Ada saus barbeque,mushroom sauce, dan black papper. ”Mushroom sauce lebih difavoritkan dibanding saus yang lain,” tutur koki yang sudah bekerja lebih dari 11 tahun di restoran ini.Samudi menjelaskan,jamur champignon menjadi bahan dasar utama untuk pembuatan mushroom sauce. Untuk penyajiannya, potato chips dan salad beserta thousand island menjadi pelengkap kelezatan steakini.
Untuk menu Westernyang unik, Happy Day memberikan pilihan ”Monster”Chesse Burger” yaitu burgerkeju yang berdiameter 15 cm dengan isi yang beragam, mulai dari daging sapi olahan hingga keju dan sayuran. Happy Day mempunyai keunikan dalam soal harga. Jika restoran lain semakin lama semakin memberikan harga yang terus naik, di sini justru harga turun namun kualitas tetap terjaga. Untuk harga yang ditawarkan,Happy Day memberikan harga mulai dari Rp11.900 sampai Rp84.900.
Seru bukan, bersantap dengan suasana nyaman dan menyenangkan di teras rumah yang rimbun dengan pepohonan. Maka tidak ada salahnya jika moto restoran ini adalah ”Everyday is a Happy Day”,karena di sini,Anda bisa merasakan makanan dengan suasana yang bisa menambah moodbahagia Anda. (inggrid namirazswara- Seputar Indonesia)
Sumber: OpenRice.com
Lihat Juga: Cafe
RASA bukanlah satu-satunya pertimbangan saat memilih resto.Suasana tempat makan pun harus diperhatikan.Pasalnya,suasana yang nyaman akan menumbuhkan mooduntuk bersantap.
Siapa sih yang tak suka menyantap menu nikmat di restoran dengan nuansa yang menyenangkan hati? Nah bila Anda ingin mencobanya, mungkin Happy Day bisa Anda kunjungi.Happy Day memang bukan restoran baru, restoran ini sudah ada sejak 13 tahun yang lalu. Namun,yang membuat restoran ini baru adalah interior dan variasi dari makanannya yang semakin menarik untuk disinggahi. Suasana ala teras rumah Belanda di restoran yang berdiri sejak 1997 ini bakal membuat pengunjung betah berlama-lama nongkrong di sini.
Begitu memasuki restoran, maka pandangan kita pasti langsung terarah pada baling-baling besar yang berada di atap restoran yang berlokasi di Jalan Juanda No 19 Jakarta Pusat ini.Lampu gantung yang terbuat dari ember besi pun turut menjadi perhatian pengunjung yang datang. ”Dari dulu restoran ini memang punya ciri baling-baling yang bergelantungan di atas atapnya,” tandas General Manager Happy Day, Wilianto, saat acara pengenalan konsep baru Happy Day beberapa waktu lalu. Selain baling-baling, restoran ini juga didominasi oleh interior yang menggunakan bahan dasar kayu sehingga warna yang terlihat pun sangat natural.
Mirip dengan suasana rumah di Belanda. Ada juga pohon-pohon buatan dan tumbuh- tumbuhan lainnya yang berada di tengah-tengah restoran. ”Kami sengaja membuat konsep mirip suasana outdoor agar lebih homey,”ucap Sales and Promotion Manager Happy Day, One Meylani Gioh. Restoran ini memang sudah lama ada,namun untuk menambah kenyamanan pelanggan dan menambah variasi suasana, maka Happy Day pun melakukan renovasi pada 2010.Butuh waktu hanya sekitar 2 bulan untuk melihat restoran berlantai dua ini menjadi baru, hingga pada 27 Juli 2010 kemarin, akhirnya Happy Day memilih untuk membuka restoran dengan konsep barunya.
Restaurant dengan luas 600 m2 ini memiliki kapasitas hingga 250 pengunjung yang terdiri atas berbagai ruangan seperti ruangan VIP, ruang party,sampai smooking room yang memiliki viewke area luar. Tidak hanya interior dan nuansanya yang baru, ternyata restoran yang memiliki pelanggan tetap para pejabat pemerintahan ini juga menambah aneka menu makanannya. Awalnya Happy Day hanya menyediakan menu Indonesia dan Western saja, tapi kini menu Asia hingga Italia hadir menambah variasi hidangan yang ada di restoran yang berkonsep keluarga ini.
”Secara keseluruhan kami memiliki sekitar 100 menu, dari menu minuman pembuka sampai makanan penutup,”tutur One. Di Happy Day, setiap menu dipisahkan berdasarkan kategori negara asal, seperti menu khas Asia atau Italia,hingga pengunjung pun tidak bingung untuk memesan. Ada pula stan salad yang berada di tengah restoran dengan konsep all u can eat.Jika ingin mencicipi menu yang khas dari Happy Day yang sudah ada sejak 13 tahun lalu, maka cicipi saja Sup Buntut ala Happy Day.Sup buntut ini dirasa istimewa selain karena rasanya yang cukup berbumbu,porsinya pun cukup besar. ”Rata-rata orang-orang pemerintahan yang jadi pelanggan tetap sup buntut ini,” jelasnya.
Dikatakan oleh Head Chef Happy Day,Samudi bahwa Sirloin Steak juga menjadi menu yang mencirikan restoran ini.Menu ini menyajikan daging sirloin yang dipanggang kemudian dibalur dengan 3 pilihan saus yang bisa dipilih sesuai selera. Ada saus barbeque,mushroom sauce, dan black papper. ”Mushroom sauce lebih difavoritkan dibanding saus yang lain,” tutur koki yang sudah bekerja lebih dari 11 tahun di restoran ini.Samudi menjelaskan,jamur champignon menjadi bahan dasar utama untuk pembuatan mushroom sauce. Untuk penyajiannya, potato chips dan salad beserta thousand island menjadi pelengkap kelezatan steakini.
Untuk menu Westernyang unik, Happy Day memberikan pilihan ”Monster”Chesse Burger” yaitu burgerkeju yang berdiameter 15 cm dengan isi yang beragam, mulai dari daging sapi olahan hingga keju dan sayuran. Happy Day mempunyai keunikan dalam soal harga. Jika restoran lain semakin lama semakin memberikan harga yang terus naik, di sini justru harga turun namun kualitas tetap terjaga. Untuk harga yang ditawarkan,Happy Day memberikan harga mulai dari Rp11.900 sampai Rp84.900.
Seru bukan, bersantap dengan suasana nyaman dan menyenangkan di teras rumah yang rimbun dengan pepohonan. Maka tidak ada salahnya jika moto restoran ini adalah ”Everyday is a Happy Day”,karena di sini,Anda bisa merasakan makanan dengan suasana yang bisa menambah moodbahagia Anda. (inggrid namirazswara- Seputar Indonesia)
Sumber: OpenRice.com
Lihat Juga: Cafe
Kamis, 02 September 2010
Menyantap Masakan Korea
Orang Korea biasanya makan dengan duduk di bantal (tanpa kursi) pada meja yang rendah dengan posisi kaki menyilang (menyila).
Makanan dimakan dengan sumpit dari stainless steel (jeotgarak) dan sendok panjang (sutgarak); set sumpit dan sendok ini dinamakan sujeo (gabungan sutgarak dan jeotgarak), namun sujeo dapat juga diartikan sebagai sendok saja. Tidak seperti bangsa pengguna sumpit lain, orang Korea sudah menggunakan sendok sejak abad ke-5 Masehi.
Tidak seperti orang Tionghoa atau Jepang, mangkuk nasi dan sup tidak boleh beranjak dari meja dan mereka memakannya dengan sendok. Banchan (lauk pauk) dimakan dengan sumpit. Pengaturan yang umum biasanya seperti berikut:
Nasi untuk perorangan disediakan dalam mangkuk kecil yang lebih tinggi dari diameternya. Sup hangat disediakan dalam mangkuk yang lebih besar dan lebar (di sebelah kanan nasi), seringkali jjigae atau makanan jenis berkuah lain dimakan bersama dari panci besar di tengah-tengah meja. Set sendok panjang stainless steel untuk nasi dan sup, dan sumpit untuk banchan (di sebelah kanan sup).
Hidangan lauk banchan yang bervariasi disediakan dalam mangkuk-mangkuk kecil. Tergantung pada setiap rumah tangga, minuman bisa saja disediakan atau tidak disediakan. Air es biasanya disediakan saat makan bersama keluarga. Dalam lingkungan umum atau restoran, disediakan air atau minuman tradisional (“teh” biji-bijian seperti teh barley, sementara teh biasa kurang disukai saat makan karena rasanya tidak cocok dengan nasi atau banchan yang pedas). Minuman lain yang umum saat makan adalah soju. Setelah makan, minuman penyegar yang disediakan contohnya soojunggwa atau shikhye. Minuman yang disajikan berbeda-beda berdasarkan musim dalam setahun.
Sumber: Wikipedia
Lihat Juga:
Restaurant
Cafe
Makanan dimakan dengan sumpit dari stainless steel (jeotgarak) dan sendok panjang (sutgarak); set sumpit dan sendok ini dinamakan sujeo (gabungan sutgarak dan jeotgarak), namun sujeo dapat juga diartikan sebagai sendok saja. Tidak seperti bangsa pengguna sumpit lain, orang Korea sudah menggunakan sendok sejak abad ke-5 Masehi.
Tidak seperti orang Tionghoa atau Jepang, mangkuk nasi dan sup tidak boleh beranjak dari meja dan mereka memakannya dengan sendok. Banchan (lauk pauk) dimakan dengan sumpit. Pengaturan yang umum biasanya seperti berikut:
Nasi untuk perorangan disediakan dalam mangkuk kecil yang lebih tinggi dari diameternya. Sup hangat disediakan dalam mangkuk yang lebih besar dan lebar (di sebelah kanan nasi), seringkali jjigae atau makanan jenis berkuah lain dimakan bersama dari panci besar di tengah-tengah meja. Set sendok panjang stainless steel untuk nasi dan sup, dan sumpit untuk banchan (di sebelah kanan sup).
Hidangan lauk banchan yang bervariasi disediakan dalam mangkuk-mangkuk kecil. Tergantung pada setiap rumah tangga, minuman bisa saja disediakan atau tidak disediakan. Air es biasanya disediakan saat makan bersama keluarga. Dalam lingkungan umum atau restoran, disediakan air atau minuman tradisional (“teh” biji-bijian seperti teh barley, sementara teh biasa kurang disukai saat makan karena rasanya tidak cocok dengan nasi atau banchan yang pedas). Minuman lain yang umum saat makan adalah soju. Setelah makan, minuman penyegar yang disediakan contohnya soojunggwa atau shikhye. Minuman yang disajikan berbeda-beda berdasarkan musim dalam setahun.
Sumber: Wikipedia
Lihat Juga:
Restaurant
Cafe
Rabu, 01 September 2010
Menikmati Keunikan Masakan Korea
Masakan Korea adalah makanan tradisional yang didasarkan pada teknik dan cara memasak orang Korea. Mulai dari kuliner istana yang pelik sampai makanan khusus dari daerah-daerah serta perpaduan dengan masakan modern, bahan-bahan yang digunakan serta cara penyiapannya sangat berbeda. Banyak sekali makanan Korea yang sudah mendunia. Makanan yang dijelaskan di sini sangat berbeda dengan makanan yang disajikan dalam kuliner istana (surasang), yang sampai saat ini juga dinikmati sebagian besar masyarakat Korea.
Masakan Korea berbahan dasar sebagian besar pada beras, mi, tahu, sayuran dan daging. Makanan tradisional Korea terkenal akan sejumlah besar makanan sampingan (lauk) yang disebut banchan yang dimakan bersama dengan nasi putih dan sup (kaldu). Setiap makanan dilengkapi dengan banchan yang cukup banyak.
Kimchi adalah makanan fermentasi yang berasal dari sayuran, utamanya sawi, lobak dan ketimun. Setidaknya ada satu jenis kimchi yang disajikan bersama banchan pada sepanjang tahunnya. Kimchi juga adalah bahan dasar utama dalam berbagai resep masakan Korea.
Makanan Korea biasanya dibumbui dengan minyak wijen, doenjang, kecap, garam, bawang putih, jahe dan saus cabai (gochujang). Masyarakat Korea adalah pengkonsumsi bawang putih terbesar di dunia di atas warga Cina, Thailand, Jepang, serta negara-negara Laut Tengah seperti Spanyol, Italia dan Yunani.
Makanan Korea berbeda secara musiman. Selama musim dingin, biasanya makanan tradisional yang dikonsumsi adalah kimchi dan berbagai sayuran yang diasinkan di dalam gentong besar yang disimpan di bawah tanah di luar rumah. Persiapan pembuatan masakan Korea biasanya sangat membutuhkan kerja sama.
Makanan tradisional dari istana, yang dahulu hanya dinikmati oleh keluarga kerajaan Dinasti Joseon, memerlukan waktu berjam-jam untuk pembuatannya. Makanan istana harus memiliki harmonisasi yang memperlihatkan kontras dari karakter panas dan dingin, pedas dan tawar, keras dan lembut, padat dan cair, serta keseimbangan warna.
Makanan istana seperti ini beberapa di antaranya dapat mencapai harga ₩240.000 (sekitar AS$265) per orang termasuk minuman juga layanan oleh pelayan eksklusif. Restoran yang menyediakan makanan istana terdapat banyak di kota Seoul. Sejak meledaknya popularitas drama epik Daejanggeum, semakin banyak pula masyarakat yang menyukai makanan istana.
Sumber: WIkipedia
Lihat Juga:
Restaurant
Restoran
Cafe
Masakan Korea berbahan dasar sebagian besar pada beras, mi, tahu, sayuran dan daging. Makanan tradisional Korea terkenal akan sejumlah besar makanan sampingan (lauk) yang disebut banchan yang dimakan bersama dengan nasi putih dan sup (kaldu). Setiap makanan dilengkapi dengan banchan yang cukup banyak.
Kimchi adalah makanan fermentasi yang berasal dari sayuran, utamanya sawi, lobak dan ketimun. Setidaknya ada satu jenis kimchi yang disajikan bersama banchan pada sepanjang tahunnya. Kimchi juga adalah bahan dasar utama dalam berbagai resep masakan Korea.
Makanan Korea biasanya dibumbui dengan minyak wijen, doenjang, kecap, garam, bawang putih, jahe dan saus cabai (gochujang). Masyarakat Korea adalah pengkonsumsi bawang putih terbesar di dunia di atas warga Cina, Thailand, Jepang, serta negara-negara Laut Tengah seperti Spanyol, Italia dan Yunani.
Makanan Korea berbeda secara musiman. Selama musim dingin, biasanya makanan tradisional yang dikonsumsi adalah kimchi dan berbagai sayuran yang diasinkan di dalam gentong besar yang disimpan di bawah tanah di luar rumah. Persiapan pembuatan masakan Korea biasanya sangat membutuhkan kerja sama.
Makanan tradisional dari istana, yang dahulu hanya dinikmati oleh keluarga kerajaan Dinasti Joseon, memerlukan waktu berjam-jam untuk pembuatannya. Makanan istana harus memiliki harmonisasi yang memperlihatkan kontras dari karakter panas dan dingin, pedas dan tawar, keras dan lembut, padat dan cair, serta keseimbangan warna.
Makanan istana seperti ini beberapa di antaranya dapat mencapai harga ₩240.000 (sekitar AS$265) per orang termasuk minuman juga layanan oleh pelayan eksklusif. Restoran yang menyediakan makanan istana terdapat banyak di kota Seoul. Sejak meledaknya popularitas drama epik Daejanggeum, semakin banyak pula masyarakat yang menyukai makanan istana.
Sumber: WIkipedia
Lihat Juga:
Restaurant
Restoran
Cafe
Langganan:
Postingan (Atom)