Tampilkan postingan dengan label bunga florist. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bunga florist. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Mei 2010

Ingin Membuka Usaha Toko Bunga?


Anda tahu bahwa Anda memiliki kepentingan dalam bunga dan Anda tahu bahwa Anda ingin melakukan sesuatu yang lebih dari tanaman, memilih dan mengatur meja makan ruang keluarga Anda.

Mengapa tidak mengambil dan menggabungkan hasrat Anda dengan kebutuhan untuk menemukan karir yang Anda cintai dan menjadi penjual bunga dan membuka usaha Toko Bunga? Anda bisa mendapatkan pelatihan Anda diselesaikan dalam waktu singkat 3 bulan dan tidak ada risiko nyata kepada Anda dalam mempelajari keterampilan yang diperlukan untuk melakukan apa yang Anda sukai.

Pertama dan paling utama yang diperlukan lebih dari suatu kepentingan bunga menjadi penjual bunga. Ia mengambil pelatihan dan Anda ingin mendapatkan pengetahuan ini sebelum Anda masuk ke bisnis Toko Bunga sendiri. Setiap dipikirkan dengan baik rencana bisnis akan membutuhkan bahwa orang-orang berpengetahuan diletakkan dalam posisi untuk menangani kegiatan operasi sehari-hari.
Dapatkan pelatihan pertama Anda dan melihat apakah bidang karir ini masih berkembang dalam pikiran Anda, sehingga untuk berbicara.

Cukup menarik ada kelas hari ini bahwa Anda dapat mengambil jalur untuk mendapatkan sertifikat Anda untuk menjadi profesional di industri bunga. Kurikulum program utama meskipun akan mengharuskan Anda untuk menjadi tangan dan belajar seluk-beluk tidak hanya dari praktek bisnis tetapi juga bagaimana mengatur juga. Persiapan ini akan menyiapkan panggung dan memungkinkan Anda untuk mengetahui apakah Anda dapat mengambil cinta Anda untuk bunga dan bisnis ke tingkat profesional.

Sementara negara, jika tidak dunia, sedang mengalami masa krisis keuangan masih ada kesempatan bahwa bunga akan diperlukan. Tidak dapat mengirim bela sungkawa, mengungkapkan rasa syukur, berbagi kebahagiaan, atau bahkan menabur seseorang yang Anda pikirkan tentang mereka cukup seperti bunga. Membentuk praktek bisnis yang baik dengan kualitas kerja dan profesi Anda memilih untuk pergi ke untuk diri sendiri harus mampu menahan resesi.

Jika Anda mencintai bunga dan Anda akan senang untuk berada di bisnis sendiri. Setiap mimpi pemilik bisnis akan memiliki pekerjaan mereka sukai dan tentu saja, akan bukti resesi. Menjadi penjual bunga tidak mungkin membuat Anda jutawan segera tetapi akan menjamin Anda satu hal dengan pilihan karir; Anda bisa mengambil waktu untuk berhenti dan bau mawar

Temukan semuanya tentang Restaurant dan Toko Bunga

Selasa, 16 Maret 2010

Tips Memulai Usaha Toko Bunga


Usaha bunga adalah usaha kegigihan dan ketekunan terhadap kreasi dan seni merangkai bunga, sehingga keterampilan dan kesukaan terhadap bunga menjadi kunci keberhasilan usaha ini. Jika kita telah memiliki keterampilan dan pandai merangkai bunga, maka hal lain yang perlu dilakukan dalam memlai usaha Toko Bunga berhasil adalah sebagai berikut.

* Memahami teknik dan cara memasarkan produk merangkai bunga secara sungguh-sungguh dan tekun.

* Mengikuti dan mengambil kursus merangkai bunga dengan memperhatikan kecenderungan/trend saat ini agar didapat gaya atau model sesuai dengan trend dan kebutuhan pasar.

* Mempunyai alat-alat merangkai yang lengkap. Hal ini penting karena akan menunjang efektivitas kerja Anda.

* Mempersiapkan website/situs sebagai Toko Bunga online. Untuk mewujudkan sistem online ini dapat menggunakan jasa pembuat website. Jika modalnya terbatas, menggunakan jasa lain yang jauh lebih murah, di antaranya mahasiswa. Website /situs berisi informasi dan berbagal contoh hasil rangkaian, harga, spesifikasi bahan, dan nomor telepon pemesanan. Nama website/sitis sedapat mungkin mudah diingat oleh calon pelanggan.

* Mencari pemasok bunga dan bahan-bahan lainnya. Salah satu kegiatan penting untuk usaha ini adalah mencari pemasok bunga yang murah dan berkualitas termasuk juga pemasok pot, pita, dan bahan lainnya yang menunjang usaha merangka bunga. Aspek yang juga penting adalah sikap bekerja sama yang saling menguntungkan dengan perusahaan jasa pengiriman jika enggan membayar karyawan untuk mengantarkan produk rangkaian bunga ke alamat pemesan. Namun demikian, jika pesanan ternyata cukup banyak dan memerlukan pelayanan sesegera mungkin, maka usaha ini perlu merekrut karyawan yang bertugas mengantarkan pesanan kepada para pelanggan.

sentrakukm.com

Selasa, 09 Maret 2010

Usaha Florist Raup Omset Rp 15 Juta Per Bulan


Usaha jasa penyewaan Florist mendapatkan omset rata-rata Rp 15 juta per bulannnya. Hal ini yang ***ngkapkan oleh glaudia (25), karyawan Tulip Florist, Jalan Orang Kayo Hitam, Talang Banjar, Jambi.

Kepada Tribun, ia mengatakan bahwa bisnis ini meraup omset Rp 15 juta per bulannya jika sedang ramainya permintaan. Sedangkan hari-hari biasa, omsetnya rata-rata Rp 10 juta per bulannya. "Pendapatan bisnis ini rata-rata Rp 15 juta per bulannya pada saat ramainya.Hari-hari biasa, rata-rata Rp 10 juta per bulannya," kata perempuan yang memakai baju kaos berwarna hijau ini.

Selain itu lanjutnya, untuk menggaet pelanggan, pihaknya memberi jasa antar dan jemput florist tersebut. Pelanggan hanya memberi alamat dan bentuk ucapan nya sedangkan pembayarannya bisa kebelakangan. Tidak itu saja, apabila pelanggan merasa tidak puas dengan hasilnya atau ada salah huruf maka pihaknya langsung memperbaikinya tanpa memungut biaya tambahan lagi.

Tidak hanya itu, bahkan pihaknya tidak mau mengecewakan pelanggan.Ketepatan waktu dan kerapian pembuatannya menjadi prioritas pertama. Untuk itu, pihaknya harus bisa mengambil kepercayaan dari konsumen."Apabila konsumen sudah percaya kepada kita maka lain kali mereka memesan lagi pada kita," ujarnya

Dalam pembuatan Florist itu sendiri butuh waktu 30 menit karena hanya membuat nama dan tujuanya. Sedangkan ucapannya sudah dibuat terlebih dahulu. "Kita hanya membuat nama yang dituju dan dari siapa sedangkan ucapannya sudah dibuat terlebih dahulu," kata perempuan yang sudah bekerja selama tiga bulan ini.

Mengenai harga, mulai Rp 250 ribu - Rp 1 juta. Ini tergantung besarnya ukuran dari Bunga tersebut seperti ukuran 2X3 m dibandrol dengan harga Rp 250 ribu, 2x6 m dibandrol dengan harga Rp 500 ribu dan ukuran 2x9 m dibandrol dengan harga Rp 1 juta.

Ia mengatakan bahwa pelanggan lebih banyak memesan ukuran 2X3 m selain harganya relatif murah dan ukurannya yang standar. "Biasanya pelanggan lebih banyak memesan ukuran 2x3 m karena harganya murah," tegasnya.

Ia juga menjelaskan, banyaknya pemesanan florist dalam bentuk ucapan peresmian, pernikahan, dan duka cita. semuanya saling berimbang satu sama lain. " Peyewaan Florist ucapan peresmian, pernikahan, dan suka cita saling berimbang," akunya.

tribunjambi.com

Kamis, 04 Maret 2010

Bisnis Bunga Papan ala Medan


Mereka yang baru pertama kali datang ke Kota Medan biasanya akan terheran-heran dengan papan bunga yang sangat panjang apabila ada suatu perayaan. Satu papan panjangnya bisa mencapai lima meter! Akibatnya, jalan raya tempat lokasi perayaan dikepung Bunga Papan.

”Saya sendiri sangat kaget ketika pulang ke Medan pada tahun 2001. Papan bunga dan kibor adalah dua hal baru yang saya temukan di kota ini,” kata sejarawan Universitas Negeri Medan, Ichwan Azhari, yang sempat tinggal di Jerman selama tujuh tahun.

Ia sangat kaget karena ketika ia kuliah pada tahun 1980-an hingga ia pergi ke Jerman pada tahun 1994, tradisi pengiriman Bunga Papan dengan ukuran besar itu sama sekali tidak ada. Ia menduga tradisi itu muncul sekitar akhir tahun 1990-an.

Meski demikian, ia mengaku tradisi pengiriman bunga, bunga yang sebenarnya, sudah sejak lama ada di kota Medan. Jasa pelayanan bunga muncul karena pengaruh kebiasaan orang Eropa pada awal abad ke-20. Ketika itu Medan dipenuhi orang-orang Eropa yang berinvestasi dan bekerja di berbagai perkebunan. Kebiasaan memberi bunga di tempat asalnya tetap dilakukan ketika mereka berada di Medan.

Ketika terjadi krisis dan muncul pemutusan hubungan kerja, para pekerja yang beretnis Batak Toba tidak mau pulang kampung di Tapanuli. Mereka berusaha mencari pekerjaan untuk bertahan hidup di Kota Medan. Jasa pembuatan karangan bunga termasuk yang dimasuki mereka.

Ichwan mengatakan, jasa karangan bunga itu terus berlangsung cukup lama. Sampai tahun 1980-an, toko bunga ditemukan di beberapa tempat. Akan tetapi, belakangan, usaha ini mulai surut karena kalah dengan industri papan bunga yang terbuat dari kain itu.

Pemilik D’ Florist, Ny Posman Sibuea, mengatakan, ia memulai usaha pada tahun 2006. Ia beralasan memasuki usaha itu karena permintaan terus tinggi.

”Seperti sekarang, orang bilang sekarang sedang krisis, tetapi industri Bunga Papan tetap tinggi permintaannya,” katanya. Saat liburan, industri papan bunga tengah mengalami panen raya karena ada banyak perayaan, terutama pernikahan. Dalam sehari, pesanan bisa mencapai 30 papan bunga.

Dengan pesanan sebanyak itu, Ny Posman mengakui kalau ia tak bisa mengerjakan sendiri. Ia terpaksa melempar order ke pengusaha lainnya. Ia mampu mengerjakan hanya sampai 20 buah. Itu pun masih harus menambah orang untuk bekerja lembur.

Pada saat industri lain bertumbangan, industri papan bunga masih sangat diminati. Di Kota Medan saja, setidaknya ada 500 pengusaha papan bunga. Hal ini sangat mengherankan karena keuntungan dari penjualan bunga sangat tipis.

Ny Posman menyebutkan, harga papan bunga standar Rp 80.000 yang dikirim sampai ke tujuan. Bila kemudian harga itu dikurangi dengan ongkos pemasangan Rp 25.000 per papan, ongkos kirim Rp 25.000, dan ongkos jaga Rp 5.000, keuntungan didapat Rp 25.000.

Leo Sihombing, warga Medan yang belum lama menikah, mengakui hal itu. Ia mengatakan, ada kebanggaan ketika mendapatkan papan bunga saat perayaan pernikahannya. Mendapat banyak papan bunga berarti memiliki banyak relasi.

Perasaan seperti itulah yang mungkin menjadikan industri papan bunga muncul dan tetap bertahan. (MAR)

cetak.kompas.com