Tampilkan postingan dengan label steak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label steak. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Agustus 2010

Openricer Review 2

Hihihi..asyik juga ya nulis review. Diinget-inget gw pernah foto-foto makanan yang laen juga nih...Setelah gw baca-baca review OR yang lain, ternyata gak mesti special occasion aja ya nulis review? Jadiii.. gw cerita lagi deh meski sebenernya sih udah agak lamaan juga ya dari anniversary gw itu. Berhubung fotonya gw simpen jadi yaa...gw bisa tulis deh. Waktu itu sebenernya gak laper-laper amat, makanya gak cari tempat makan dengan porsi segambreng. Gw juga gak cari makanan dengan menu yang “serius” so, makan sandwich enak kali ya.. Ternyata sandwich yang satu ini mantep banget. Meskipun kedengerannya kayak makanan ringan, ternyata bikin perut full alias kenyang mbangeti! Ini sih lebih-lebih daripada makan nasi sepiring...hahaha. Niat awalnya cuma nyari cemilan, gak taunya malah kenyang beneran. Gak apa-apa, deh. Mantep sih. tongue

Hahaha..untung gw gak sendirian. Satu sandwich bisa diserbu rame-rame. Tower sandwich yang isinya 6 lembar roti ini macem-macem bu isinya... ada grilled chicken, beef bacon, scramble egg, rib eye steak, tuna n sauted mushrooms. Pantesan aja harganya mahal, lengkap siiih...

Btw, judulnya kan "Wish and Sandwich"... Wish-nya apa ya? Mmmm... semoga towernya diskon deh...heheheh...tongue


Source: www.id.openrice.com


See also: tamani, marzano


Selasa, 24 Agustus 2010

Cheesesteak

The cheesesteak was developed in the early 20th century "by combining frizzled beef, onions, and cheese in a small loaf of bread," according to a 1987 exhibition catalog published by the Library Company of Philadelphia and the Historical Society of Pennsylvania.

Philadelphians Pat and Harry Olivieri are often credited with inventing the sandwich by serving chopped steak on hoagie rolls in the early 1930s. They began selling this variation of steak sandwiches at their hot dog stand near south Philadelphia's Italian Market. They became so popular that Pat opened up his own restaurant which still operates today as Pat's King of Steaks. The sandwich was originally prepared without cheese. Olivieri claims provolone cheese was first added by Joe "Cocky Joe" Lorenza, a manager at the Ridge Avenue location."

Pat's and Geno's Steaks have a highly publicized rivalry. They are located across the street from each other on 9th Street and Passyunk Avenue in South Philadelphia. Cheesesteaks have become popular in restaurants, cafeterias and food carts throughout the city with many locations being independently owned family run businesses.Variations of cheesesteaks are now common in several fast food chains. Versions of the sandwich can also be found in locations ranging from bars to high-end restaurants.

Source: www.wikipedia.com

See also: tamani, marzano

Rabu, 18 Agustus 2010

Japanese Resto

Wuihhh dah lama ne memainkan jari di atas keyboard untuk OpenRice..smile

Okeyy.. kali ini gw mo critain pengalaman gw ttg resto jepang di daerah wijaya..
Gw baru tau klo disini ada resto jepang, dr luar aja tuh designya dah Jepang bgt..

Pas masuk ke dalem..shocked Beuuuuhhhh...serasa masuk rumah Nobita..tongue

Live TV nya aja nyiarin OlahRaga Bela diri khas Jepang..yaitu Sumo..
Tapi asli emg gw baru sekali ini masuk ke resto Jepang berasa banget kyk di Jepang..
Dan emg disini Chef nya asli dari Jepang..

Oke gw ga crita banyak..Lets talk bout food..
Gw mesen yg ringan2 aja..karena sebelumnya udh makan banyak di tempat lain..

bowlchopstick Torigen Gyoza (IDR 32.000++)
Gw pernah denger ini appetizer khas Cina tetapi sangat Populer di Jepang. Bentuk nya seperti dim sum tapi di goreng. Dalemnya sayuran dicampur dengan ayam, setau gw goyza itu bahan2 adonan nya tuh Jepang bgt, ada campuran Nira & Sake di dalamnya, jangan heran klo harga nya mahal tapi isinya cuma 5 biji.
Sayurannya gw ga tau de, kyknya sih daun bawang di campur ayam. Nah ini ada saosnya juga, setau gw saos nya campuran dari Soya Saos + Vinegar.
Untuk rasa nya...mantaf gan, rasa ayam yg di combine sayurannya trus di celupin sma saos nya..beehhh ga bisa di ungkapkan dgn kata2..soalnya agak susah ngomong klo pas lagi ngunyah plg smbil goyang2 jempol tangan aja..tongue

bowlchopstick Chicken Tempura (Lupa harganya)
Nah ini bahan2 g perlu di ceritain, karena cukup familiar sm org indo, tapi rasanya gw ga yakin lo pernah ngerasain tempura asli buatan Chef Jepang..recommend untuk di coba smile

Memang harga2 makanan disini terbilang tergolong mahal, tapi kalo lo pgn resain suasana negeri Sakura itu, ini salah satu Recommended Restaurant dari gw..
Selamat ketemu doraemon tongue

Source: www.id.openrice.com

See also: steak, loewy

Selasa, 10 Agustus 2010

Hakikat Puasa

Puasa ramadhan bukan hanya menahan lapar dan haus tetapi bagaimana kita menahan seluruh hawa nafsu kita dan mengendalikannya mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari

Perintah puasa difirmankan Alloh swt pada Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 183
"Yaa ayyuhaladziina aamanuu kutiba alaikumus siyaamu kamaa kutiba 'alalladziina min qablikum la allakum tataquun"
Artinya:
“ Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan ke atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan ke atas umat-umat yang sebelum kamu, semoga kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa."

Puasa adalah menahan. secaara artian adalah menahan keinginan hawa nafsu(atau jasad/diri).namun justru malah menjalankan keinginan keinginan Allah lah yang terkandung di dalam AlQuran. sehingga lebih optimal lagi dalam menjalankan ibadah yang Allah inginkan.

perintah puasa lebih menekankan kedalam aktifitas sendi kehidupan. dimana mampunya kita untuk menahan hawa nafsu kita (bahkan hingga makan dan minum pun kita tahan) kemudian menjalankan keinginan Allah sepenuhnya. sehingga meraih Taqwa

perintah pusa jatuh pada madinah. dimana dikondisi ummat islam saat itu baru saja hijrah dari mekkah setelah di tekan dari berbagai sisi kehidupan.. namun di sinilah terlihat sifat kesabaran(tidak lemah, tidak lesu, pantang mundur) dari semangat ummat islam untuk bangkit menyebarkan ayat-ayat Allah.ke seluruh wilayah

Adapun Syarat dimana Orang itu wajib Berpuasa adalah:
1. Beragama Islam
2. Berakal sehat
3. Baligh (sudah cukup umur)
4. Mampu melaksanakannya
5. Orang yang sedang berada di tempat (tidak sedang safar)

dan ketika saatnya berbuka tidaklah penting dimana dia berbuka dengan apapun baik dengan sate atau steak maupun soto yang penting adalah berbukalah dengan yang yang manis karena itu yang dianjurkan.

Kamis, 29 Juli 2010

Pasta Delicioso, Right?

Pasta alla carbonara (usually spaghetti, but also fettuccine, rigatoni or bucatini) is an Italian pasta dish based on eggs, pecorino romano, guanciale, and black pepper. The dish was created in the middle of the 20th century.

The recipes vary, though all agree that cheese (pecorino, Parmesan, or a combination), egg yolks (or whole eggs), cured fatty pork, and black pepper are basic. The pork is fried in fat (olive oil or lard); a mixture of eggs, cheese, and butter or olive oil is combined with the hot pasta, cooking the eggs; the pork is then added to the pasta. Guanciale is the most traditional meat, but pancetta is also used. In the US, it is often made with American bacon.

Cream is not common in Italian recipes, but is used in the United States, France, Spain, the United Kingdom, Australia and Russia (especially in Moscow). Other Anglo/Franco variations on carbonara may include peas, broccoli or other vegetables added for colour. Yet another American version includes mushrooms. Many of these preparations have more sauce than the Italian versions.

In all versions of the recipe, the eggs are added to the sauce raw, and cook (coagulate) with the heat of the pasta itself.

Origin and history

Like most recipes, the origins of the dish are obscure, and there are many legends about it. As the name is derived from the Italian word for charcoal, some believe that the dish was first made as a hearty meal for Italian charcoal workers. This theory gave rise to the term "coal miner's spaghetti", which is used to refer to spaghetti alla carbonara in parts of the United States. Others say that it was originally made over charcoal grills, or that it was made with squid ink, giving it the color of carbon. Another rumour about the origin of the name suggests that the way abundant black pepper was added to the dish (before or after serving) especially during winter, made the black pepper flakes among the whiteish sauce look like charcoal, or perhaps the effect one gets when a casserole dish is accidentally "burnt". It has even been suggested that it was created by, or as a tribute to, the Carbonari ("charcoalmen"), a secret society prominent in the unification of Italy.

The dish is not present in Ada Boni's 1927 classic La Cucina Romana, and is unrecorded before the Second World War. It was first recorded after the war as a Roman dish, when many Italians were eating eggs and bacon supplied by troops from the United States, and the name may be from a Rome restaurant called 'Carbonara'. More recently, a restaurant in Rimini has claimed the original recipe was born during WWII.

The recipe was included in Elizabeth David's 1954 cookbook published in Great Britain. The dish became popular among American troops stationed in Italy; upon their return home, they popularized spaghetti alla carbonara in North America.


Source: www.wikipedia.com

See also: steak, marzano









Minggu, 13 Juni 2010

makanan khas berbagai gaya di berbagai negara

lihat juga sebelumnya: steak, dim sum, wine, soto
Makanan pasti dimakan oleh seluruh manusia di dunia ini. Kebutuhan makanan setiap orang di dunia ini berbeda. Orang yang tinggal di Kutub Utara dan Kutub Selatan, membutuhkan banyak makanan untuk membantu menghangatkan dirinya agar suhu tubuhnya tetap normal. Sedangkan bagi orang yang tinggal di daerah tropis, mereka justru membutuhkan banyak minuman dibandingkan dengan makanan. Selera makanan orang di setiap negara pasti berbeda, sehingga setiap negara mempunyai makanan khas sendiri. Di Amerika Serikat, rata-rata penduduknya memakan pizza, hamburger dan hot dog sebagai makanan pokok mereka. Di Indonesia, rata-rata penduduknya memakan nasi sebagai makanan pokok mereka. Begitupun dengan Eropa dan negara-negara lainnya. Jadi, dapat dipastikan, bahwa setiap negara mempunyai makanan khas masing-masing.
sumber: wikipedia